Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Musisi Bandung Luncurkan Komposisi Dulag Takbir

Musisi Bandung Luncurkan Komposisi Dulag Takbir - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 5 July 2016

Musisi Bandung Luncurkan Komposisi Dulag TakbirPenamaan kota Bandung oleh UNESCO pada 2015 lalu sebagai kota kreatif, rupanya kini diperkaya oleh kalangan Penabuh Bandung Society (PBS). Mereka ini terdiri atas para musisi genre moderen, tradisi, hingga kontemporer. PSB ini beranggotakan, di antaranya: Ade Rudiana, Ica KSP, Guruh, Agus Azis, Adjie Rao, Johny, Cucu, Elan Pipin, Heru Mixline, sampai Raihan (12) yang boleh dikatakan sebagai drummer cilik. Raihan ini siswa kelas 6 SDN Sabang Kota Bandung. “Saya gembira bisa menyumbangkan ini. Irama takbiran kita, makin kaya,” ungkap Bocah yang penampilannya kerap mengundang decak kagum para penggemarnya.

“Ini sumbangsih kami, agar khazanah irama bedug atau ngadulag di tatar Sunda, atau Nusantara makin kaya. Tokh, pakem ketukan di dunia ada Samba dari Brazil, Reggae dari Jamaica. Kenapa kita tak sumbangkan pakem khas Indonesia? Insya Allah berkumandang hingga akhir jaman,” jelas Ade Rudiana, yang mengaku sebagai President of PBS. “Karya kami ini silahkan dibajak sebanyak-banyaknya, ridho lillahi ta’ala”.

Peluncuran Dulag Takbir pada malam itu (4/7/2016) dilakukan usai buka puasa bersama dengan para musisi Bandung di Rumah Eyang Martha Jl.Van De Venter No.14 Bandung. Malam itu ditampilkan Dulag Takbir secara live oleh Ade Rudiana, Ica KSP, dan Adjie Rao, Raihan, dan Guruh dalam dua versi-versi tradisional yang menekankan ritme Tepak Sunda, dan versi modern yang lebih mengedepankan ritme Latin Perrcussion. “Silahkan pilih mana yang Anda suka,” kata Ica KSP yang malang melintang di dunia perkusi.

Paparan Ade Rudiana, Dulag Takbir ala PBS ini berakar dari pola tabuh bedug Pamarayan (Provinsi Banten – red.), lalu diramu dipadu dengan permainan kendang Tepak Sunda. “Komposisinya sangat khas, mengasyikkan, dan beda banget dengan yang lazim kita dengar waktu takbiran di mesjid,” komentar Sutisna (32), pengunjung di Rumah Eyang Martha. “Saya mau pelajari ritmenya dan nanti langsung praktik di mesjid saya Gegerkalong”.

Siap Sumbangkan

Ternyata, sumbangan PBS ini rencananya tak hanya untuk ritme takbiran. “Bukan tidak mungkin kami persembahkan juga untuk irama tambur barongsai atau seni lainnya? Intinya, mari kita gali aneka pakem baru yang banyak bertebaran di negeri kita, “tutur Ica KSP yang selama ini sohor sebagai pemain Latin Percussion di Bandung.

Sementara itu Erlan Effendy, vocalist Wachdah Band, dan musisi Dudy Nhay SS menyambut baik peluncuran Dulag Takbir ini – “Perijinannya sedang kami urus untuk kami persembahkan saat takbiran di Mesjid Raya Bandung menyambut 1 Syawal 1437 H, semoga saja lancer”.

“Kegiatan kali ini bisa dianggap sebagai pemanasan sekaligus sumbangsih nyata dari Musisi Bandung Pisan yang rencananya pada sekitar Agustus 2016, kembali akan menghelat tahap ke -2 Festival Bandung Asyiik – Musik 7 Titik. Seperti biasa akan terlibat ratusan musisi junior dan senior,” pungkas Budhi Abuy, vocalist Time Bomb Plus.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply